RE.Siahaan Rebut Piala, Hulman Ribut Sama Wakil
LINTAS PUBLIK – SIANTAR, Wawancara Lintas Publik Online, Kamis (22/1/2015)
bersama Torop Sihombing pengurus Partai demokrat, yang juga aktivis ini melihat pengaruh dan keberhasilan RE.Siahaan dan
pengaruh Hulman Sitorus ketika menjabat sangat jauh sekali.
Sementara bicara Hulman, Torop menilai kepemimpinan Hulman sangat buruk dan jauh ketinggalan dari RE. Alasannya, Hulman dianggap tidak punya terobosan atau program kerja yang bisa dikenang masyarakat.
Sejauh ini, kata Torop, Hulman masih meneruskan program yang ditinggalkan RE seperti Jumat bersih. Ditegaskannya, masyarakat Siantar mendambakan perbaikan kota Siantar dan adanya peningkatan pembangunan yang signifikan.
"'Kalau soal sampah dan penghijauan, kan sudah ada instansi terkait yang menangani dan harusnya kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan. Sehingga para pegawai negeri sipil tidak lagi heboh mengurusi sampah di kota ini. Maunya adalah pembangunan yang nyata dan dirasakan manfaatnya,"ujarnya.
Masih kata Torop, kebijakan Hulman juga banyak yang cacat seperti pengangkatan Staf Khusus Wali Kota yang terindikasi ada unsur kolusi, korupsi dan nepotisme. Anehnya, mengapa DPRD diam soal adanya staf khusus tersebut. "Bagaimana soal anggaran untuk staf khusus itu harus diusut karena sumbernya dari APBD Siantar dan Badan Pemeriksa Keuangan mengapa tidak bersuara?, "gugahnya.tim/LP/t
RE.Siahaan pernah berjuang memperebutkan
Adipura, sementara Hulman Sitorus rebut sama wakilnya Koni, karena biaya
pilkada yang tak kunjung “lunas”. Tak ketinggalan, katanya, RE juga berhasil
merebut piala Adipura dan itu diraih hampir setiap tahunnya.
"RE tidak heboh menyuruh pegawainya untuk mengutip sampah dan tak pernah macam artis dipoto mengutip sampah, namun dia berhasil membawa Adipura buat kota Siantar,"ujar Torop.
"RE tidak heboh menyuruh pegawainya untuk mengutip sampah dan tak pernah macam artis dipoto mengutip sampah, namun dia berhasil membawa Adipura buat kota Siantar,"ujar Torop.
Sementara bicara Hulman, Torop menilai kepemimpinan Hulman sangat buruk dan jauh ketinggalan dari RE. Alasannya, Hulman dianggap tidak punya terobosan atau program kerja yang bisa dikenang masyarakat.
Sejauh ini, kata Torop, Hulman masih meneruskan program yang ditinggalkan RE seperti Jumat bersih. Ditegaskannya, masyarakat Siantar mendambakan perbaikan kota Siantar dan adanya peningkatan pembangunan yang signifikan.
"'Kalau soal sampah dan penghijauan, kan sudah ada instansi terkait yang menangani dan harusnya kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan. Sehingga para pegawai negeri sipil tidak lagi heboh mengurusi sampah di kota ini. Maunya adalah pembangunan yang nyata dan dirasakan manfaatnya,"ujarnya.
Masih kata Torop, kebijakan Hulman juga banyak yang cacat seperti pengangkatan Staf Khusus Wali Kota yang terindikasi ada unsur kolusi, korupsi dan nepotisme. Anehnya, mengapa DPRD diam soal adanya staf khusus tersebut. "Bagaimana soal anggaran untuk staf khusus itu harus diusut karena sumbernya dari APBD Siantar dan Badan Pemeriksa Keuangan mengapa tidak bersuara?, "gugahnya.tim/LP/t
Tidak ada komentar