Begini Awal Evan Mulai Rasakan Rasa Sakit Setelah Ikut Orientasi Sekolah
LINTAS PUBLIK - BEKASI, Keluarga Evan Christoper Situmorang tidak menyangka jika remaja berusia 12 tahun itu meninggal dunia setelah dua pekan merasakan sakit tak tertahankan di kakinya. Rasa sakit itu muncul setelah Evan mengikuti kegiatan masa orientasi sekolah (MOS) di SMP Flora, Bekasi, pada 6-9 Juli 2015.
Jose Felisiano (43), ayah Evan Christoper Situmorang (12). Anaknya Evan meninggal dua minggu setelah mengikuti kegiatan MOS dari SMP Flora. Minggu (2/8/2015 |
Ayah korban, Jose Felisiano (43), mengatakan, Evan mulai mengeluh sakit pada hari terakhir mengikuti MOS. "Mulai setelah ikut MOS itu dia mulai sakit-sakitan, mulai rasa pegal dan nyeri di kakinya," kata Jose saat ditemui di rumahnya, Pondok Ungu Permai, Bekasi, Minggu (2/8/2015).
Ia menuturkan, anaknya tetap melaksanakan aktivitas sekolah meski merasakan sakit di kakinya. Namun, kondisi kesehatan Evan semakin buruk. Suatu ketika, saat tidur malam, Evan pernah menjerit kesakitan.
"Sering pegal-pegal, nyut-nyutan sampai paha sini (pinggang). Kadang-kadang malam sampai teriak-teriak, saking dia sakitnyanyut-nyutan kambuh," ujar Jose.
Jose mengaku heran atas kondisi anaknya tersebut. Ia sudah pernah menanyakan kepada anaknya tentang awal mula sakit itu. Kepada ayahnya, Evan menepis adanya kekerasan fisik, seperti pemukulan, saat MOS. Namun, korban mengakui kalau sakit itu didapat karena kegiatan MOS.
"Itu yang (karena) MOS itu, Pak," ujar Jose menirukan ucapan Evan. BACA JUGA Evan Christopher Situmorang Meninggal Karena MOS?
Menurut Jose, Evan tidak pernah mempunyai sakit sebelum mengikuti MOS. Ketika Evan dibawa berobat ke puskesmas, ada satu hasil tes laboratorium yang menyatakan korban mengalami gejala asam urat. Jose meragukan hasil tes itu karena beranggapan anaknya masih sangat muda untuk gejala penyakit semacam itu.
Setelah MOS, nafsu makan Evan menurun. Sakitnya pun semakin parah. Pada 28 Juli, Evan merasakan sedemikian sakit sehingga harus dipapah oleh ayahnya ke kamar mandi.
"Jalan mesti dipapah, tertatih-tatih dia. Mau bangun, kencing, mesti saya bantu dulu, bangun, baru bisa jalan," ujar Jose.
Evan meninggal dunia dua minggu setelah mengalami sakit di kakinya. Keluarganya menduga sakit itu muncul setelah Evan mengikuti salah satu kegiatan "cinta lingkungan" saat MOS dengan berjalan kaki sekitar 4 kilometer.
Setelah masuk sekolah, rasa sakit yang dirasakan Evan tak kunjung hilang. Keluarganya sudah menempuh beragam cara pengobatan, mulai dari refleksi hingga ke puskesmas. Namun, Evan tak kunjung sembuh.
Evan bahkan sempat jatuh di kamar mandi sekolah hingga tak dapat masuk sekolah. Dua hari setelah jatuh, yakni 30 Juli 2015, Evan mengalami kejang. Korban meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.
Editor : tagor
Sumber : kompas.com
Sumber : kompas.com
Tidak ada komentar