Header Ads

Tolak Kompensasi, Warga Sungai Toge Butuh Tempat Tinggal

LINTAS PUBLIK-SIANTAR,Warga bantaran Sungai Toge, Jalan Nias, Kecamatan Siantar Selatan yang menjadi korban penggusuran menolak rekomendasi yang diberikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar terutama mengenai pemberian kompensasi atau bantuan dana bagi korban penggusuran. Setidaknya, hal itu merupakan salah satu kesimpulan yang diambil oleh Sekretaris Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kota Pematangsiantar Reinhard Sinaga SH selaku narasumber dalam diskusi publik terkait Penggusuran di Kota Pematangsiantar, Kamis (16/6/2016).


Sebab, sambung Reinhard, yang dibutuhkan masyarakat adalah tempat tinggal yang layak untuk menjalani kehidupan mereka terutama pasca penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu. Seharusnya, Pemerintah Kota Pematangsiantar maupun DPRD saat ini melakukan upaya untuk menyediakan hunian yang layak bagi warga Pematangsiantar khususnya warga Sungai Toge.

"Jika ditanya apa untungnya bangun Rusunawa, ya hal itu bukan hanya untuk warga Sungai Toge, tapi berguna juga untuk warga miskin lain terutama yang tinggal di bantaran sungai, pinggiran rel kereta api dan lainnya."ujarnya sembari menegaskan, jika Pemerintah serius melakukan pelestarian lingkungan atau melakukan penataan Kota Pematangsiantar, maka penyediaan Rusunawa harus segera diwujudkan apalagi ditambah dengan kondisi terlantarnya warga Sungai Toge.

Salah seorang warga, Mangiring mengatakan, sejauh ini belum ada solusi yang konkrit dari Pemerintah Kota Pematangsiantar terhadap warga yang bermukim di bantaran Sungai Toge. Saat ini, sebanyak 22 Kepala Keluarga yang digusur oleh Pemerintah Kota memilih bertahan dengan membangun gubuk beralaskan tikar di bantaran Sungai Toge.

"Saat ini, kami harus melawan angin malam dan air hujan disini. Nggak tau lagi kami mau pergi kemana, karena kami nggak punya rumah lagi,"keluhnya seraya berharap, agar Pemerintah Kota Pematangsiantar segera memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga yang menjadi korban penggusuran.

Disinggung mengenai kompensasi, pria ini mengatakan, jika tawaran pemberian dana kompensasi bagi mereka bukan merupakan solusi yang tepat. Sebab, yang mereka butuhkan saat ini hanyalah sebuah rumah yang layak huni.

"Kami butuh tempat tinggal, bukan uang belas kasihan,"katanya.
Kedepannya, dia berharap Pemerintah dapat segera menyediakan tempat tinggal yang layak bagi dirinya dan rekan-rekannya yang menjadi korban penggusuran. Jika hal itu tak dilakukan, maka mereka akan terus bertahan di lokasi bantaran Sungai Toge.


Penulis   : franki
Editor     : tagor




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.