Warga Tolak Pemakaman Jenazah Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Medan
LINTAS PUBLIK - MEDAN, Jenazah terduga pelaku bom bunuh diri Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) dikabarkan akan diserahkan oleh polisi kepada pihak keluarga untuk dikebumikan, Minggu (17/11/2019).
Namun informasi yang diperoleh, rencana ini sepertinya tidak mendapatkan sambutan yang baik dari sejumlah warga, terutama masyarakat tempat Dedek bermukim di kawasan Jalan Jangka, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah dan juga di kawasan Marelan.
Misalnya Ardi, warga Marelan. Ia mengaku keberatan jika jenazah Dedek dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) lingkungannya.
"Saya pribadi nggak setuju jenazah pelaku bom bunuh diri Polrestabes Medan di kebumikan di sini," ungkapnya kepada wartawan.
Menurutnya, jika ingin dikebumikan lebih baik jenazah Dedek agar dikebumikan di tempat lain saja. Sebab ia tidak ingin, lingkungannya dicap buruk sebagai makam seorang teroris.
"Sudah lah, tempat lain saja. Jangan sampai disini mendapatkan cap tempat teroris," jelasnya.
Begitu juga Lando, warga Medan Petisah. Dirinya juga tidak setuju jika jenazah Dedek dikebumikan di TPU daerahnya. Alasannya hampir sama, bahwasanya jenazah pelaku teroris akan memberikan pandangan buruk oleh masyarakat.
"Kita khawatir ini jadi pandangan buruk masyarakat. Apalagi banyak yang ditangkap dalam kejadian kemarin, kita takut di antara peziarah juga ada salah satu terduga teroris lainnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, aksi bom bunuh diri dilakukan Dedek di depan gedung Bag Ops Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) sekira pukul 08:35 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Abdul Mutolip, KasubBag Bin Ops Kompol Sarponi, Aipda Deni Hamdani dan Brigadir Juli Chandra Si Propam, PHL Bag Ops, Ricard Purba dan seorang mahasiswa, Ihsan Mulyadi Siregar mengalami luka-luka akibat serpihan paku serta tuli. Sementara pelaku tewas di tempat dengan kondisi tubuh hancur.
sumber. : MB
Terduga Teroris Mapolres Medan Terekam CCTV. |
Misalnya Ardi, warga Marelan. Ia mengaku keberatan jika jenazah Dedek dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) lingkungannya.
"Saya pribadi nggak setuju jenazah pelaku bom bunuh diri Polrestabes Medan di kebumikan di sini," ungkapnya kepada wartawan.
Menurutnya, jika ingin dikebumikan lebih baik jenazah Dedek agar dikebumikan di tempat lain saja. Sebab ia tidak ingin, lingkungannya dicap buruk sebagai makam seorang teroris.
"Sudah lah, tempat lain saja. Jangan sampai disini mendapatkan cap tempat teroris," jelasnya.
Begitu juga Lando, warga Medan Petisah. Dirinya juga tidak setuju jika jenazah Dedek dikebumikan di TPU daerahnya. Alasannya hampir sama, bahwasanya jenazah pelaku teroris akan memberikan pandangan buruk oleh masyarakat.
"Kita khawatir ini jadi pandangan buruk masyarakat. Apalagi banyak yang ditangkap dalam kejadian kemarin, kita takut di antara peziarah juga ada salah satu terduga teroris lainnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, aksi bom bunuh diri dilakukan Dedek di depan gedung Bag Ops Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) sekira pukul 08:35 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Abdul Mutolip, KasubBag Bin Ops Kompol Sarponi, Aipda Deni Hamdani dan Brigadir Juli Chandra Si Propam, PHL Bag Ops, Ricard Purba dan seorang mahasiswa, Ihsan Mulyadi Siregar mengalami luka-luka akibat serpihan paku serta tuli. Sementara pelaku tewas di tempat dengan kondisi tubuh hancur.
sumber. : MB
Tidak ada komentar